Berkat Polisi Mengabdi, Anak-anak di Pedalaman Kaltim Mengenal Upacara Bendera Setelah 24 Tahun

Berkat Polisi Mengabdi, Anak-anak di Pedalaman Kaltim Mengenal Upacara Bendera Setelah 24 Tahun
Yudha Marhaena
Kompol Irawan Setyono bersama-sama anak SDN 008 Muara Andeh mengadakan kegiatan perkemahan, saat meluangkan waktu libur sekolah.

Selain itu, listrik yang baru masuk baru-baru ini, hanya sampai RT 1 dan 2. Sementara, untuk RT 3 dan 4 belum teraliri listrik, karena jarak yang cukup jauh, butuh waktu 1,5 jam untuk sampai ke lokasi. Berkat bantuan polisi memasang solar panel dan juga lampu penerangan.

Samuel mengatakan dirinya beruntung bisa bertemu dengan Kompol Irawan Setyono pada Mei 2022 lalu. Saat itu Irawan yang tengah menjabat sebagai Wakapolres berkunjung ke Desa Muara Andeh mendampingi Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.

Saat itu, ia mengusulkan kepada Kompol Irawan untuk Pospol Muara Andeh yang berada di atas bukit depan kantor desa itu diisi personil kepolisian. "Sebelum ada Polisi Mengabdi kalau ada masalah warga saya was-was sendiri, karena sayang yang menyelesaikan sendiri dengan ketua adat. Sekarang adanya pos dan polisi semua bisa diselesaikan bapak-bapak polisi," ujarnya.

Kaget Pospol Terbengkalai Belasan Tahun

Mendampingi kunjungan Kerja Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Kompol Irawan sempat ditanya oleh orang nomor dua di Pemprov Kaltim mengenai ada Pospol di pedalaman Paser, Kaltim.

Alumni Akpol 2006 ini juga tidak menyangka bila Pospol Muara Andeh terbengkalai dipenuhi semak belukar dan tidak berpenghuni sejak dari 2009. "Saya bilang ke Wagub akan mengevaluasi mengenai Pospol yang tidak aktif itu," kata Irawan.

Menurutnya, selain lokasi pospol yang cukup jauh, kendala lainnya juga kurangnya personil di Polsek Muara Samu. Ia harus memformulasikan bagaimana untuk penempatan anggota dan juga memperbaiki sarana dan prasarana yang ada. Selain itu juga kehidupan anak buahnya, karena tidak mungkin harus pulang-pergi.

Gayung bersambut, akhir tahun 2022 Polres Paser mendapatkan tambahan personil dari Polda. "Jadi saya tarik satu orang dari Polsek untuk menjadi Kapospol dan dua anggota Bintara Nusantara yang nanti akan bergantian setiap seminggu sekali sekali,," terangnya.

Selain masalah Pospol, Irawan juga mengamati permasalahan lainnya yang ada di Desa Muara Andeh. Ia melihat dan mendapatkan aspirasi kurangnya tenaga pengajar di SDN 008. Akhirnya, dirinya menghadap Kepada Dinas Pendidikan Pemkab Paser untuk melatih kompetensi anggotanya untuk menjadi guru.

"Tidak mungkin kan anak-anak diberikan latihan secara komando, kita berkolaborasi dengan Disdik untuk melatih anggota sebagai guru," ujar Kompol Irawan.

Begitu juga dengan masalah kesehatan. Dirinya melihat juga masalah stunting di desa ini cukup tinggi. Dengan berkolaborasi dengan dinas kesehatan untuk memberikan edukasi dan juga bantuan kesehatan mengenai gizi berimbang.

"Kita juga bantu memvalidasi data jumlah anak-anak, sangat tidak mungkin orang kesehatan menuju RT 03 dan 04 untuk mengukur tinggi badan mereka. Sangat jauh jaraknya, hanya bisa pakai motor trail itu pun juga jatuh bangun," tuturnya.

Begitu juga masalah ekonomi, masyarakat Muara Andeh sangat mematuhi hukum adat. Sehari-hari mata pencaharian mereka dengan berkebun dan berburu. Untuk padi yang masyarakat tanam tidak boleh dijual, hanya jagung dan pisang saja. "Kita berikan pelatihan dan bibit ternak lele untuk ketahanan pangan mereka," tandasnya.

"Paginya polisi mengajar dari pukul 7 sampai 12, siang berpatroli dan sorenya berbaur dengan warga atau menemani mereka berkebun," sambungnya.

Penulis
: Yudha Marhaena S
Editor
: Yudha Marhaena

Tag: