Berkat Polisi Mengabdi, Anak-anak di Pedalaman Kaltim Mengenal Upacara Bendera Setelah 24 Tahun

Berkat Polisi Mengabdi, Anak-anak di Pedalaman Kaltim Mengenal Upacara Bendera Setelah 24 Tahun
Yudha Marhaena
Kompol Irawan Setyono bersama-sama anak SDN 008 Muara Andeh mengadakan kegiatan perkemahan, saat meluangkan waktu libur sekolah.

jaringberita.com - Umumnya, setiap Senin pagi sekolah menggelar upacara bendera. Tetapi, siswa-siswi di sekolah ini baru pertama kali menggelar upacara bendera selama 24 tahun.

Mereka bangga selama SD 008 Muara Andeh, Desa Muara Andeh, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur itu berdiri tahun 1999 baru semenjak Februari 2023 lalu bisa melaksanakan upacara dan mengibarkan bendera merah putih.

Selain itu, mereka juga bisa mengenal yang namanya kegiatan pramuka setiap Sabtu. Dilatih baris berbaris dan berkemah adalah pengalaman luar biasa bagi anak-anak. Berkat program Polisi Mengabdi yang digagas oleh Kasubdit Paminal Bid Propam Polda Kaltim saat menjabat Wakapolres Paser.

Baca: Kapoldasu Raih Penghargaan dari Kompolnas, PBB Sumut Sampaikan Rasa Bangganya

Seperti yang ditegaskan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada HUT ke-76 Bhayangkara tahun lalu, polisi bukan sekedar profesi, tapi sebuah jalan untuk mengabdi. Hal itu dilakukan tetap dilakukan Kompol Irawan meski sudah tidak berdinas di Polres Paser.

Pengabdian perwira melati satu itu cukup dirasakan masyarakat pedalaman di Desa Muara Andeh. Ya, Desa itu berada di pedalaman. Cukup jauh dari jarak Ibu Kota Paser yakni 83 kilometer. Untuk masuk dari jalan provinsi ke desa tersebut juga butuh waktu 3,5 jam. Butuh perjuangan untuk ke desa itu dengan jalan berbatuan, menaiki lembah dan sepanjang mata memandang hanya kebun sawit dan hutan belantara.

Bisa dibilang, Desa yang dihuni 140 KK dengan jumlah penduduk 500 jiwa berada di lokasi yang terisolir. Baru pada Januari lalu desa yang dihuni masyarakat hukum adat (MHA) Suku Dayak Paring Sumpit teraliri listrik. Bahkan ketika berada di desa itu, tidak ada sinyal sama sekali sampai saat ini.

Akses jalan yang sulit dan jauh, membuat guru-guru dan kepala sekolah hanya datang seminggu sekali. Hanya ada dua guru yang menetap, dan menghambat ilmu yang didapat oleh anak-anak.

"Karena dengan adanya Polisi Mengabdi, pendidikan anak-anak sudah banyak mendapatkan ilmu. Pertama bagi kami ada Pramuka di sini. Karena selama ini anak-anak tidak pernah yang namanya upacara, pramuka setelah mereka SMP-nya di sebelah. Begitu juga saya, baru tahun saat SMP di luar," kata Kepala Desa Muara Andeh, Samuel Reza (33), Sabtu (24/6/2023).

Samuel merasa negara hadir setelah para polisi dari Polres Paser dengan program Polisi Mengabdi datang ke Desa Muara Andeh. Tak hanya peduli kepada pendidikan dengan polisi mengajar, tetapi juga kesehatan dan juga keamanan.

"Kayak di kesehatan juga kolaborasi, jika ada warga sakit atau melahirkan dari Pospol atau yang sedang tugas membantu juga banyak bantuan dari Pemerintah dan swasta," ucapnya.

Penulis
: Yudha Marhaena S
Editor
: Yudha Marhaena

Tag: