Ekonomi Sebut Pidato Presiden Prabowo Bukan Penyebab IHSG Turun: Ada Investor Nakal!

Ekonomi Sebut Pidato Presiden Prabowo Bukan Penyebab IHSG Turun: Ada Investor Nakal!
Ilustrasi
jaringberita.com -Narasi yang mengaitkan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato Presiden Prabowo dianggap tidak tepat. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara.

Menurutnya, secara teori, kenaikan dan penurunan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti kinerja perusahaan yang melantai di bursa saham. Bukan semata pidato Presiden saja.

"Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun," kata Surya.

Ia menilai ada anomali pada IHSG, dimana kinerja perusahaan yang melantai di bursa cenderung stabil dan ekonomi makro memiliki indikator positif, tetapi IHSG justru turun.

Terlebih, kata Surya, tiba-tiba muncul narasi masif yang mengaitkan pidato Prabowo dengan IHSG. Ia menduga ada faktor lain yang sedang bekerja.

"Narasi ini mengindikasikan adanya investor nakal yang melakukan tindakan irrasional di bursa, sehingga nilai IHSG mengalami penurunan. Terbukti turunnya IHSG ini kemudian disangkut-pautkan dengan agenda politik yang mendiskreditkan Presiden," terangnya.

Surya melihat, investor nakal yang melakukan tindakan irrasional di bursa saham ini telah merusak mekanisme pasar yang sehat. Di saat bersamaan, juga merugikan investor yang telah melakukan analisis fundamental dengan baik, bahkan turut merugikan perusahaan yang melantai di bursa.

"Demi mencapai agenda politik kotor yang terselubung, mereka telah merugikan banyak pihak," ujarnya.

Oleh karena itu, Surya meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati agar tidak terseret pada arus tindakan irrasional para investor tersebut. Ia juga meminta pemerintah untuk bertindak tegas pada ulah investor nakal itu.

"Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas pada perilaku irrasional yang dilakukan investor nakal yang memiliki agenda politik, demi melindungi masyarakat luas," pungkasnya.

Penulis
: Yudha Marhaena S
Editor
: yudha marhaena

Tag: