Polisi Bongkar Penyeludupan Sabu Modus Dilarutkan dalam Gorden Asal Pakistan

Polisi Bongkar Penyeludupan Sabu Modus Dilarutkan dalam Gorden Asal Pakistan

jaringberita.com -Sindikat narkoba jaringan internasional selalu melakukan berbagai cara untuk menyeludupkan narkoba jenis sabu. Kali ini, Subdit I Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim berhasil menggagalkan barang haram tersebut dengan modus melarutkan sabu asal Pakistan itu ke dalam gorden.

Lima orang berhasil ditangkap yakni, W alias I, R alias C, AZ, MCF alias K dan S. Mereka ditangkap di beberapa tempat di wilayah Jakarta Utara dan Lapas Kelas I Kosambi Cirebon pada Jumat (5/5/2023).

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba, Kombes Jayadi mengatakan mendapat laporan masyarakat terkait adanya impor gorden berisi sabu. Dari informasi itu, pihaknya berkoordinasi dengan Bea Cukai. Setelah mendapatkan kiriman barang yang diimpor dari Pakistan, anggota langsung melakukan control delivery.

Dari tempat paket yang dituju, polisi mengamankan W alias I dan RWS alias C yang menjemput barang haram itu. Dari interogasi kedua orang itu, mereka dikendalikan oleh MCF dari dalam lapas. "Keduanya diminta agar paket dikirim ke rumah tersangka AZ. Tim berhasil menangkap AZ," kata Jayadi dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (29/5/2023).

Dari keterangan AZ yang akan meramu sabu itu, bahwa dirinya dikendalikan oleh MCF dan S yang berada di Lapas Cirebon. "Dari tersangka yang berhasil kita ungkap, kemudian kita mendapatkan sabu sebanyak 12 kilogram," tandas Jayadi.

Sementara Kasubdit I Dittipidnarkoba, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, sabu tersebut diimpor dari jaringan narkoba Afghanistan-Indonesia atas permintaan S Bin K yang merupakan warga negara Pakistan. "Tersangka S dulu pernah terlibat kasus penyeludupan 400 kilogram sabu berbentuk bola. Kita tangkap atas kasus pencucian uangnya," ungkapnya.

Ia menuturkan, modus seperti ini sudah beberapa kali diungkap. Sebelumnya yang diungkap sabu dilarutkan ke dalam pakaian perempuan dan handuk. "Jadi sabu yang berbentuk liquid diendapkan ke dalam media pakaian, handuk dan sekarang gorden," ucapnya.

Lebih lanjut, usai sampai di negara tujuan kemudian diekstrak dengan cara memanaskan air lalu handuk atau gorden itu direndam. "Setelah airnya dingin kemudian handuk atau gorden itu diperas. Air resapan itu kemudian dipanaskan dan akan berbentuk kristal," bebernya.

Ia menambahkan, setelah berbentuk kristal, oleh tersangka AZ kemudian disemprotkan dengan Acetone. "Mengapa disemprot dengan Acetone agar sabu itu terlihat menarik," ujarnya.

Penulis
: Yudha Marhaena S
Editor
: Yudha Marhaena

Tag: