jaringberita.com - Tersangka produsen pornografi anak berinisial FR (25), mengaku bahwa video syur anak laki-laki lebih banyak diminati ketimbang yang biasa yakni perempuan dan laki-laki.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Ade Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan dari pengakuan tersangka, dari segi bisnis lebih menguntungkan menjual foto-foto dan video porno anak laki-laki.
"Yang bersangkutan menyampaikan, 'pak kalau konten pornografi yang biasa banyak saingannya pak, dan yang tertarik sedikit. Tapi begitu saya menjual konten pornografi anak, akan lebih laku'," kata Ade menurut pengakuan FR di Bareskrim Polri, Senin (27/3/2023).
Menurut Ade Vivid dengan terbongkarnya kasus pornografi anak laki-laki, menjadi perhatian bersama khususnya orang tua. Bahwa tidak hanya melindungi anak perempuan saja, namun juga anak laki-laki.
"Nah kalau dulu kita hanya khawatir pada anak perempuan, sekarang ternyata anak laki-laki juga bisa menjadi korban dan lebih berbahaya lagi apabila anak laki-laki itu jadi korban. Jadi sekaligus kami mengimbau kepada warga masyarakat benar-benar tolong diperhatikan," imbaunya.
Seperti diberitakan sebelumnya, terbongkarnya kasus produsen pronografi anak khususnya anak laki-laki, setelah Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mendapat informasi dari National Crime for Missing & Exploited Children (NCMEC) yang berada di Amerika Serikat.
Mereka mengirimkan data berupa foto dan video porno anak-anak Indonesia ke Bareskrim Polri untuk ditindaklanjuti. Dari hasil penyelidikan, diketahui keberadaan tersangka FR yang merupakan warga Tulungagung, Jawa Timur.
Tersangka FR menjual konten-konten pornografi anak melalui platform Telegram. Dalam sebulan, tersangka berhasil mendapatkan uang Rp5 juta.